Kamis, 11 Januari 2018

Sebagaimana engkau berutang, maka engkau akan ditagih dan balasan itu sesuai dengan perbuatannya.

Tidakkah engkau tahu, barang siapa yang berbakti kepada kedua orang tuanya, maka anak-anaknya akan berbakti kepadanya. Barang siapa yang durhaka kepada keduanya, maka anak-anaknya akan durhaka kepadanya. Kelak engkau akan membutuhkan bakti dari anak-anakmu, dan kelak mereka akan melakukan terhadapmu sebagaimana enagkau melakukan terhadap keduanya. Sebagaimana engkau berutang, maka engkau akan ditagih dan balasan itu sesuai dengan perbuatannya.

Pengantar
Segala puji bagi Allah, kami memujiNya, memohon pertolongan dan ampunanNya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan perbuatan kami. Barang siapa yang Allah berikan petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkanNya maka tidak ada satupun yang bisa memberikan petunjuk. Aku bersaksi bahwa tiada ilah ( yang berhak diibadahi) melainkan Allah semata, tiada sekutu baginya dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan RasulNya.        
            Banyak kisah yang bisa kita lihat pada zaman sekarang ini mulai dari lingkungan masyarakat tempat tinggal maupun lewat televisi ataupun yang lainnya, kisah yang yang sangat mengejutkan dan mengherankan orang-orang yang dekat kepada Allah yaitu kedurhakaan seorang anak kepada kedua orang tuanya. Hal ini tidak lagi langka di tengah hiruk pikuk kehidupan kita, dimanapun kita bisa mendapatkannya baik disudut rumah maupun di dalam rumah kita sendiri, dan sebagian kita tidak menyadarinya dan bahkan kita menganggap itu hal yang biasa saja. Untuk itu izinkan saya sedikit berbagi di artikel yang relatif singkat ini untuk menceritakan terkait dengan berbakti kepada orang tua.
            Durhaka kepada kedua orang tua adalah salah satu dosa besar yang terbesar. Terdapat ancaman keras mengenai hal itu dalam kitab Allah dan Sunnah NabiNya, serta banyak disebutkan dalam ucapan para cendikia dan orang-orang mulia. Zaman ketika kedurhakaan kepada orang tua merajalela dalam bentuk aneh dan mengherankan, saya melihat dengan mata kepala dan juga kumpulan dari cerita-cerita saudara kita tentang kedurhakaan seorang anak kepada kedua orang tuanya, semoga kita bisa menjadikannya pelajaran dalam kehidupan kita ini dan bisa kita menjadikan ibrah di tengah kehidupan kita di dunia ini yang penuh dengan bermacam ujian.
Definisi al-‘Uquq ( durhaka )
Al- ‘Uquq (durhaka) adalah lawan dari al birr (berbakti) dan Ibnu al – manshur berkata “ Waa ‘aqqa walidahu ya’aqquhu ‘aqqan wa uquqan wa ma’aqqah “ artinya : iqa memutus hubungan keduaorang tuanya. ‘Aqqa walidaihi artinya memutuskan hubungan kedua orang tuanya dan tidak bersilaturrahim kepada mereka.[1]
Pendahuluan
Allah taala berfirman :
* 4Ó|Ós%ur y7/u žwr& (#ÿrßç7÷ès? HwÎ) çn$­ƒÎ) Èûøït$Î!ºuqø9$$Î/ur $·Z»|¡ômÎ)
Artinya : Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu. ( al isra : 23 )
Dari Anas bin Malik ra, ia mengatakan bahwanya Nabi bersabda yang artinya
“Ada dua pintu yang hukuman nya disegerakan di dunia yaitu kezhaliman dan durhaka kepada kedua orang tua”. ( HR. Al- Hakim dalam al Mustadrak dan hadis ini hasan )
Dalam syair kita sering mendengar dan membaca
Aku memberimu makan saat masih bayi dan
Melindungimu menjelang, dewasa
Engkau membutuhkan apa yang aku berikan
Kepadamu dan mengambilnya
Bila suatu malam engkau sakit, maka aku
tidak bisa tidur karena
sakitmu membuatku terus berjaga
seakan-akan akulah byang terketuk di hadapanmu dengan apa
yang engkau ketukkan padaku sedang mataku bercucuran air mata
jiwaku mengkwatirkamu tertimpa petaka
dan jiwa ku benmar-benar tahu bahwa
kematian adalah waktu yan di tunda
ketika engkau telah mencapai usia dewasa
yang kepadamu lah aku menaruh cita-cita
ternyata engkau membalasku dengan kekerasan dan kekasaran
seakan-akan engkaulah pemberi
nikmat lagi pemberi karunia
duhai sekiranya bila engkau tidak m
memelihara hak orang tua
engkau melakukan sebagaimana yang dilakukan tetangga
lalu engkaumemberikan kepadaku hak tetangga
janganlah engkau bakhil terhadapku
dengan hartamu yang bukan hartamu
engkau melihatnya disiapkan untuk menyelisihi
seakan-akan ia didedikasikan untuk
membantah ahli kebenaran.[2]

Pelajaran
Wahai orang yang menyia-nyiakan hak yang paling ditekankan, yang menahan dari berbakti kepada kedua orang tua dengan kedurhakaan, yang melupakan apa yang diwajibklan kepadanya, yang melupakan apa yang diwajibkan kepadanya. Berbakti kepada kedua oran tua adalah utang yang menjadi tanggunganmu tapii engkau membalasnya dengan balasan yang buruk...engkau mencari surga, menurut persangkaanmu, padahal surga berada di telapak kaki ibumu. Ia mengandungmu dalam perutnya selama sembilan bulan seakan akan sembilan kali haji, dan berjuang saat melahirkan yang melelahkan ruhnya, ia menyusuimu dengan air susu dari payudaranya, menghilangkan kantuknya karenamu, membersihkan kotoran darimu dengan tangan kanannya, dan lebih mendahulukan makanan untukmu dari pada dirinya sendiri. Pangkuannya menjadi ayunan untukmu, dan ia memberikan kebaikan kepadamu. Jika engkau menderita sakit, ia menunjukkan rasa kasihan yang tiada tara, dan kesedihannya sangat mendalam, ia memberikan hartanya kepada dokter. Seandainya ia disuruh memilih antara kehidupanmu dan kematiannya, niscaya ia memilih kehidupanmu dengan suaranya yang p[aling keras . kendatipun demikian , betapa seringnya engkau memperlakukannya dengan buruk. Ia mendoakan untukmu agar senantiasa diberi taufik, baik dengan sembunyi-sembunyi maupun dengan terus terang . namun ketika ia membutuhkanmu di usia senja, engkau menganggapnya sesuatu yang paling hina. Engkau kenyang sedangkan ia lapar , engkau minum dengan puas sedangkan ia kehausan. Bahkan engkau lebih memperioritaskan istri dan anak-anakmu dengan kenikmatan daripadanya. Engkau balas kebaikannya dengan kelupaan, dan urusannya engkau anggap sulit bagimu padahal mudah. Usianya engkau anggap panjang padahal pendek.
Engkau meninggalkannya, sedangkan ia tidak punya penolong selainmu...bahkan dia memanggilmu dengan kata-kata wahai anakku bantu ibu sebentar malah engkau mengatakan sebentar ibuuu kerjaanku masih banyak dan tidak bisa di tinggalkan, dahulu engkau meminta mainan dan makanan ibumu lansung meninggalkan pekerjaannya demi kesenaganmu tapiii semua air susu dulu engkau balas dengan air tuba dan engkau tambah dengan racun yang lain. Inilah realita yang terjadi di tengah kehidupan kita ... padahal Allah taala melarang berkat-kata uff (ah), dan mencelanya dengan celaan secara halus berkenaan dengan haknya. Allah akan menghukum di dunia dengan kedurhakaan anak-anakmu terhadapmu, sedangkan di akhirat kelak mendapatkan laknat dari rabbmu semesta alam, Allah Taala akan memanggil dengan pangilan celaan dan ancaman.
šÏ9ºsŒ $yJÎ/ ôMtB£s% öNà6ƒÏ÷ƒr& žcr&ur ©!$# }§øŠs9 5O»¯=sàÎ/ ÏŠÎ6yèù=Ïj9 ÇÎÊÈ  
Artinya : Demikian itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri. Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak Menganiaya hamba-Nya, ( al-Anfal: 51)
Ibumu punya hak yang banyak bila engkau tahu
Hai, banyakmu baginya adalah sedikit
Bertapa banyak malam ia lalui dengan keluhan karena mengandungmu
Orang yang mendengarnya mengira rintihan dan tarikan nafas
Saat melahirkan bila engkau tahu keberatan yang di alaminya
Ini adalah derita yang hati tidak sanggup menahannyabetapa banyak tangan kananya
Membersihkan kotoranmu
Pangkuannya hanya sebagai tempat tidur untukmu
Ia menembusmu dengan dirinya dari sakit yang engkau keluhkan
Dari payudaranya mengeluarkan minuman yang lezat untukmu
Betapa sering ia lapar dan memberikan padamu kekuatanya
Kasih sayang dan belas kasihnya saat engkau masih kecil
Maka kecelakaanlah bagi orang yang punya akal tapi mengikuti hawa nafsunya
Celakalah orang berhati buta sedangkan ia melihat
Karena itu, hendakalah engkau menginginkan doanya
Dan engkau sangat membutuhkan doanya[3]




Diantara bentuk kedurhakaan kepada kedua orang tua
Ø  Membuat keduanya menangis dan bersedih, dan itu dengan cara apapun baik perkataan maupun perbuatan
Ø  Membentak keduanya, yaitu dengan cara mengeraskan suara dan kata-kata yang kasar kepada keduanya
Ø  Berkata ah dan kesal terhadap perintahnya
Ø  Bermuka masam dan mengerutkan dahi di hadapan keduanya
Ø  Memerintah keduanya
Ø  Mencela makanan yang di buatnya
Ø  Memandang dengan pandangan yang menghinakan
Ø  Kurang menghargai pendapatnya
Ø  Mencemarkan nama baiknya
Ø  Mencaci maki dan mengutuknya
Ø  Menitipkan mereka di panti jompo
Bampak buruk yang diakibatkan durhaka kepada kedua orang tua
Ø  Pendurhaka tadak akan masuk surga
Sebagaimana disebutkan dalam hadist di ceritakan
”Tidak masik surga orang yang mengungkit ungkit pemberian, orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, dan orang yang gemaar minum khamar”
Ø  Tidak diterima amal-amalnya
Ø  Pendurhaka itu tidak diluaskan rizkinya dan tidak dipanjangkan umurnya
Ø  Anak dari pendurhaka akan durhaka kepadanya sebagaimana balasan sepadan baginya dan lain sebagainya
Kebaikan yang di berikan kedua orang tua kepadamu.
Sangatlah banyak kebaikan yang diberikan kedua orang tua kepada anaknya hanya saja sebagian anak yang tidak memikirkan betapa besarnya kebaikan dan harapan orang tua kepada anaknya,,, kita ingat hadis yang sampai rasul kita yang mulia salallhu alaihi wassalam  dan ayat Al Qur’an Allah katakan
ôÏ Éb>§ $yJßg÷Hxqö$# $yJx. ÎT$u­/u #ZŽÉó|¹ ÇËÍÈ  
Artinya : "Wahai Rabbku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".
Ibumu mengandungmu dalam rahimnya selama sembilan bulan dalam keadaan lemah yang bertambah, ia mengandungmu dan melahirkanmu dalam keadaan terpaksa. Pertumbuhanmu hanyalah menambah keberatan dan lemah. Ketika melahirkan, ia melihat kematian di pelupuk matanya. Tapi ketia ia melihatmu disisinya, ia segera melupakan segala kesedihannya, dan bahkan ia mengantungkan semua harapannya kepadamu. Ia melihat keindahan hidup dan perhiasannya dalam dirimu.
Kemudian, ia menyibukkan dirinya dengan berkhidmat kepadamu, baik malam maupun siang nya.ia memberimu makan dengan kesehatannya , makananmu adalah air susunya...
Rumahmu adalah pangkuannya, dan kendaraanmu adalah tangan, dada dan punggungnya.ia menjaga dan memeliharamu. Ia lapar agar engfkau kenyang dan ia tidak tidur agar engkau bisa tidur
Ia sangat menyayangimu dan berbelas kasih kepadamu.
Jika ia jauh darimu, engkau memanggilnya. Jika ia berpaling darimu engkau berisik kepadanya. Jika suatu yang tidak menyenangkan menimpamu, engkau meminta pertolongan kepadanya, karena engkau mengira segala kebaikan ada disisinya, dan engkau mengira bahwa keburukkan tidak akan sampai kepadamu, jika ia memelukmu ke dadanya , atau melihatmu dengan kedua matanya.
Adapun ayahmu, maka engkau berutang budi kepadanya. Ia bekerja, dan ia menolak berbagai macam gangguan darimu. Ia melakukan perjalanan, memjelajahi padang pasir, menghadap gelombang di lautan, membajak di tengah sawah yang kering di dalam keadaan panas dan hujan semua di lakukan demi kebaikan dan kesenganmu semata ,,, ya seperti itu lah yaqh mu dalam mencari nafkah untuk mu.dan itu ia lakukan dengan tabah dan sabar demi mencari sesuap nasi utnuk memberi nafka kepadamu, memperbaikim,u, dan merawatmu.jika engkau menemuinya , ia senag dan jika engkau menghadapkan kepadanya, ia gembira. Jika ia pergi ,hatimu terpaut kepadanya. Jika ia berada di rumah, engkau duduk dipangkuannya dan memeluk dadanya.
Kedua sosok ini adalah kedua orang tuamu, dan itu adalah masa kecilmu. Lantas , mengapa engkau mengingkari kebaikan ini ? dan mengapa bertindak kasar kepada keduanya, seakan-akan engkaulah yang memberinya nikmat dan anugrah
Namun orang yang hina ini berpura-pura melupakan kelemahan dan masa kecilnya, terkagum dengan kepemudaan dan kekuatanya, terpedaya dengan pendidikan dan pengetahuannya, serta merasa tinggi dengan kedudukannya. Ia menyakiti keduanya dengan suatu yang menyakitkan, bersuara keras dengan keburukkan dan kata-kata keji. Ia membentak dan bahkan terkadang menampar dengan tangan dan menendang dengan kaki. Padahal keduanya menginginkan kehidupannya, sedangkan ia menginmginkan kematian keduanya.
Wahai orang yang terhina , apakah ketika keduanya sudah tua lalu membutuhkanmu, engkau menjadikan keduanya sebagai sesuatu yang paling hina di hadapanmu ?! engkau dahulukan selain keduanya dengan memberikan kebaikan, sedangkan engkau membalas kebaikan keduanya dengan kelalaian . urusan kedua nya terasa berat bagimu dan umur keduanya terasa panjang bagimu. Tidakkah engkau tahu bahwa barang siapa yang berbakti kepada keduanya maka anak-anaknya kan berbakti kepadanya. Dan barang siapa yang durhqaka kepada keduanya, maka anak-anaknya kan durhaka kepadanya. Kelak engkau akan membutuhkan bakti anak-anakmu, dan kelak mereka akanmelakukan terhadapmu sebagaimana engkau melakukan terhadap keduanya , seperti engkau berutang, maka engakau akan ditagih , dan balasan itu sesuai perbuatannya.
Al alamah ath-Thurthusyi rahimahullah mengatakan
Keduanya adalah sebab keberadaanmu`. Lihat birr al-walidain hal 102-105 karya ath-Thurthusyi
Wahai saudara – saudaraku,
Tidakkah kita memikirkan tentang keduanya ? apakah hal ini akan kita pikirkan saat mereka sudah tiada ? sangat beruntunglah bagi kita yang masih punya orang tua yang lengkap ayah dan ibumu ... berarti masih ada kesempatan bagi kita untuk berbakti kepadanya mungkin hari ini kita bisa berbuat mari kita lakukan jang kita menuda sesuatu yang baik ini karena esok belum tentu kita bisa berbuat ,
Saudarku yang budiman ...
Bagi kita yang orang tua sudah tiada mugkin dlu kita banyak berbuat salah pada mereka atau durhaka mari kita tobat dan mohon ampun kepada Allah taala dan marilah kita mendoakan mereka,,,




 Yusra efendi 


[1] Lisan al-“arab (10/256)
[2] Lihat ‘iyun al akbar (3/87), kasyf al khafa ,al ajluni (1/207-208).
[3]Al kabair, Imam adz-Dzahabi hal.44-45